Advertiment about this articles

Mengapa Terjadi Konflik dalam Pernikahan

Artikel istri Artikel Pernikahan Artikel Sinetron Artikel suami Artikel Televisi

dapat menjadi sumber kebahagiaan terbesar bagi kita, tetapi bisa juga merupakan sumber stres yang terkuat dalam hidup.

Dalam konsep psikologis, perkimpoian digambarkan sebagai “dua pribadi yang menyatu”. Dua orang dengan pikiran, keinginan, latar belakang, dan harapan berbeda-beda, memutuskan untuk bergabung dalam kehidupan bersama.

Tentunya ini berpotensi menimbulkan stres, seperti yang disampaikan Nindi dan Nando, pasangan muda yang baru satu tahun menjalani bahtera perkimpoian.

Nindi: Saya pikir dengan menikah, saya bisa mengalami kehidupan baru yang membahagiakan seperti akhir cerita di dongeng-dongeng.. Saya bisa lepas dari kekangan “jam malam” yang ditentukan ayah, saya bisa mengatur ruangan rumah dan menu makan sendiri, memelihara kucing kesayangan dengan tenang.. Eh enggak tahunya malah ada kesulitan lain
dengan . Dia selalu menaruh sepatu dan kaus kakinya sembarangan, belum lagi mengoroknya keras sekali, bikin saya tak bisa tidur. Dia tak mau makan sayuran yang sehat, maunya harus ada daging setiap hari.

Nando: Saya pikir Nindi itu wanita yang lembut, penuh perhatian, eh tahunya kecele saya. Ada sifatnya yang baru keluar setelah kami tinggal serumah, dia ternyata nyinyir banget, semua yang saya lakukan salah melulu. Mana cemburuan lagi, saya merasa terkekang setelah menikah..

Menurut Whiteman, Verghese, dan Petersen (1996) ada beberapa hal yang harus dipahami pasangan - agar mereka dapat mengelola hubungan mereka dengan baik, bahkan ketika mereka mengalami stres. Dari mana sajakah stres perkimpoian muncul?

Perbedaan latar belakang
yang dibiasakan orangtuanya membuang sampah dan meletakkan barang pada tempatnya tentu akan merasa terganggu dengan perilaku yang sembarangan meletakkan pakaian kerjanya.

juga akan berharap istrinya tinggal di rumah dan memasak sendiri karena ibunya dulu melakukan hal itu, sementara tetap ingin berkarier karena ibunya dulu juga demikian.

lebih suka menonton film perang, sedangkan memilih memutar acara di . lebih sering menjewer telinga anak sebagai cara disiplin, sedangkan merasa lebih baik memberi nasihat dan contoh.

Semua perbedaan latar belakang ini merupakan hal-hal yang bisa menimbulkan konflik dan pasangan harus membicarakan isu-isu tersebut dengan kepala dingin dan berkompromi.

Perbedaan gaya atau sifat
mungkin suka mengorok, sedangkan jika bersin keras sekali. Kadang kala setiap orang mempunyai kebiasaan yang membuat pasangan merasa jijik atau sifat-sifat berlawanan, misalnya yang satu tertutup, pasangannya mudah membuka diri. pengalah, pasangannya suka mengkritik.

Perbedaan tersebut bukannya tak dapat diatasi, tetapi akan menyebabkan stres. Belum lagi perbedaan jender yang merupakan hasil dibesarkan sebagai seorang laki-laki atau perempuan selama ini.

Para dan perlu memahami gaya dan sifat pasangannya serta belajar menerima. Adanya usaha mengubah sifat pasangan justru akan menimbulkan perlawanan dari pasangan dan tentunya dapat memperberat stres dalam hubungan mereka.

Perbedaan harapan/impian
Apa yang akan terjadi jika mendambakan tinggal di rumah mungil dengan halaman luas, tetapi membeli apartemen di tengah kota? Bagaimana bila memimpikan menjadi pelukis terkenal, tetapi pasangannya ingin berkarier di perusahaan? Atau yang satu ingin dapat berlibur ke pedalaman Irian, yang lain ingin ke Eropa?

Kita menyimpan banyak energi mental dan emosional pada harapan kita, kita harus bisa menyesuaikan satu sama lain, mencari titik temu dari perbedaan harapan karena ini merupakan bagian konflik lain dalam perkimpoian.

Kekecewaan
Ketika kita menikah dan kemudian pasangan kita berubah, hal tersebut dapat menyenangkan, tetapi bisa juga mengecewakan kita.

Sebelum menikah, pasangan hanya menampilkan sisi-sisi positifnya saja, tetapi begitu pesta usai mereka kembali pada sisiaslinya. Ini semua dapat menimbulkan kekecewaan bagi pasangan.

Dengan makin menuanya seseorang, banyak - tak puas dengan kondisi pasangan, yang mungkin mulai memutih rambutnya, makin menggemuk badannya, sakit-sakitan. Sering kali pikiran yang dipengaruhi budaya tentang kemudaan dan penampilan yang tetap oke semakin menambah ketidakpuasan dan memperburuk hubungan perkimpoian.

Perebutan kuasa
Meskipun sudah disepakati adalah kepala keluarga, perebutan kuasa bisa terjadi. Misalnya, sering mencari upaya memengaruhi keputusan , atau sebaliknya.

Perebutan ini tidak selalu buruk bila pasangan melakukan pertukaran pendapat yang berbeda secara adil dan tidak menimbulkan rasa kalah yang mendalam pada pasangan. Apakah pertukaran yang terjadi sesuai atau tidak dengan harapan pasangan, tetap ada potensi untuk munculnya stres. Hubungan terbaik adalah bukannya tak ada konflik, tetapi bagaimana kita dapat mengelola konflik secara baik.

Kekhawatiran kehilangan pasangan
Terutama pada zaman di mana perceraian merajalela, orang acap takut bila pasangan akan meninggalkan mereka. , misalnya, cemas karena merasa tak perhatian lagi. Hal ini justru membuat makin menjauh dan makin panik, merasa putus asa.

Semua ini merupakan bagian dari stress yang biasanya muncul dari dalam diri, tidak tampil dalam bentuk pertengkaran, tetapi mengganggu perasaan setiap pasangan perkimpoian. Menghadapi berbagai aspek stres interpersonal ini penting bagi pasangan untuk terus mengupayakan komunikasi terbuka dan efektif.

Tags: , ,

Artikel Sejenis sesuai TAGs


Artikel lain yang mungkin berguna

Kata Kunci yang berhubungan dengan artikel ini

Pernikahan — Blogs, Pictures, and more on WordPress, Istri Artikel Indonesia Kirim Tulis Submit, Persiapan Lengkap Pesta Pernikahan eritristiyantolog's, Pernikahan Artikel Indonesia Kirim Tulis Submit, eritristiyanto's Profile // Bloggers // BlogCatalog, AGNES MONICA - PERNIKAHAN DINI LYRICS, Pernikahan Yang Hampa TELAGA - Tegur Sapa Gembala , KONFLIK DALAM ORGANISASI DAN, Mengapa pada tahun tahun pertama pernikahan sering terjadi , Mengapa terjadi konflik antar agama ? - Yahoo! Answers, Lima Langkah Penyempurna, Agar Rumah Tangga Bahagia SALAFIYUNPAD™, MENGAPA HARUS KAWIN ? Diversity of Life, Lentera Menikah Dengan Pria Brondong Memicu Konflik<> !, Cahyoizm World The Power Of Love, Pondok Penabur Mengatasi Flu Dalam Pernikahan<>, Welcome Home Konflik<> Sebagai Sarana Pendewasaan Diri, Aspirasi Putih Tragedi Manohara, Serumpun-pun Tak Cukup, Ruang Ekspresi -tanpaatas- & Pojokan Tausyiah (buat dirikuw <>, Agar Pernikahan<> Membawa Berkah Manusiaiasa, Enni Arief with Peace, Love & Harmony. - DI DALAM KONFLIK<>,

Hasil Pencarian yang mengarah pada artikel ini

Lima Langkah Penyempurna, Agar Rumah Tangga Bahagia SALAFIYUNPAD™, Sobekan Tiket Bioskop My Name Is Khan, MENGAPA HARUS KAWIN ? Diversity of Life, Cahyoizm World The Power Of Love, Sering konflik<>, ingin cerai, Welcome Home Konflik<> Sebagai Sarana Pendewasaan Diri, Mengapa Terjadi Konflik dalam Pernikahan<> Artikel Indonesia Kirim <>, Ruang Ekspresi -tanpaatas- & Pojokan Tausyiah (buat dirikuw <>, Agar Pernikahan<> Membawa Berkah Manusiaiasa, Napak Tilas Manhaj Salaful Ummah Pentingnya Ilmu Dalam Pernikahan<>, AmriTiara 14 TIP PERKAWINAN HARMONIS, Enni Arief with Peace, Love & Harmony. - DI DALAM KONFLIK<>, Buletin DWP PTRI New York Teknik dan Pendekatan Sistemik dalam<> <>, Fakta Empiris Nikah<> Beda Agama - Pemikiran & Spiritualitas Islam <>, ASTAGHFIRULLAHALADZIM ASTAGHFIRULLAHALADZIM <>,

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.