Masalah Obesitas & Komplikasinya
Seperti yang kita ketahui, kondisi stress yang menahun dengan frekuensi interval tinggi sangat bisa memicu beberapa penyakit mematikan seperti antara lain kanker dan penyakit jantung serta bahkan stroke. Dimana dalam kasus ini secara khusus memiliki korelasi langsung dengan gejala hipertensi.
Penjelasan mekanisme hal tersebut dikarenakan obesitas merupakan suatu faktor utama yang bersifat fleksibel. Dimana aspek fleksibilitas tersebut sedikit banyak mempengaruhi tekanan darah dan juga perkembangan hipertensi. Kurang lebih 46% pasien dengan nilai Indeks Massa Tubuh mencapai 27 adalah penderita hipertensi.
Framingham Studi telah menemukan bahwa peningkatan 15% berat badan dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah sistolik sebesar 18%. Dibandingkan dengan mereka yang mempunyai berat badan yang normal, orang yang memiliki kelebihan berat badan sebesar 20% mempunyai resiko delapan kali lipat lebih besar terhadap hipertensi.
Beberapa penyakit yang terpicu dari obesitas diantaranya:
- Penyakit Jantung Koroner (PKH) / Coroner Heart Disease (CHD)
Kurang lebih sebanyak 40% kejadian penyakit jantung koroner terjadi pada seseorang dengan nilai Indeks Massa Tubuh di atas 21, namun tidak menutup kemungkinan penyakit ini sebetulnya dapat dicegah.
- Stroke
Kelebihan berat badan merupakan faktor resiko utama terhadap stroke. Kegemukan (terutama di sekitar perut/abdomen) dapat meningkatkan resiko stroke (kondisi ini tidak tergantung besarnya nilai Indeks Massa Tubuh).
- Penyakit Kantung Empedu
Obese cenderung lebih mudah terkena batu empedu.
- Osteoarthritis (OA)
Kelebihan berat badan berhubungan dengan OA pada sendi tangan dan lutut. Bagaimanapun, keterbatasan kemampuan berolah raga pada pasien OA sedikit banyak juga mengambil peranan terhadap timbulnya kelebihan berat badan.
- Kanker
Obesitas dapat meningkatkan resiko terhadap penyakit kanker tertentu. Suatu studi yang dilakukan oleh American Cancer Society menjelaskan bahwa kematian yang diakibatkan oleh kanker prostat dan rektal-colon (colorectal) meningkat pada laki-laki obese, sedangkan kanker endometrium, uterus, mulut rahim (cervix), dan indung telur (ovarium) meningkat pada wanita obese. Dibandingkan wanita dengan berat normal pada masa post-menousal, wanita obese mempunyai resiko yang lebih tinggi terhadap kanker payudara.
- Kelainan (gangguan) lain
Obesitas juga berhubungan dengan varieses vena, beberapa gangguan hormonal dan infertilitas.
Selain itu, kelebihan berat badan dan obesitas erat hubungannya dengan peningkatan resiko sejumlah komplikasi yang dapat terjadi sendiri-sendiri atau secara bersamaan.
Seperti yang telah disebutkan di awal, morbiditas itu dapat berupa tekanan darah tinggi atau hipertensi, kelainan fraksi lipid atau dislipidemia yang diindikasikan dari kenaikan kadar kolesterol total, penyakit jantung atau penyakit kardiovaskular, stroke, diabetes tipe II, penyakit gallblader atau penyakit di kandung empedu, disfungsi pernafasan, penumpukan kristal asam urat di jaringan dan persendian tubuh atau gout, nyeri sendi atau osteoarthritis, dan beberapa jenis kanker tertentu.
Namun penyakit kronik yang paling sering menyertai obesitas adalah diabetes tipe II, hipertensi, dan hiperkolesterolemia yang merupakan implikasi lanjutan dari dislipidemia.
Data dari NHANES (National Health and Nutrition Examination Survey) III, 1988 – 1994, memperlihatkan bahwa dua pertiga pasien obese dan overweight dewasa (nilai Indeks Massa Tubuh : 27) mengidap paling sedikit satu dari banyak penyakit kronik tersebut serta 27% lainnya dari mereka mengidap dua atau lebih penyakit.
sumber klikdokter
Tags: Nutrisi, Diet, Kesehatan