Advertiment about this articles

Apakah para Vegetarian Luput dari Risiko Penyakit?

Artikel asam Artikel buah buahan Artikel gigi Artikel kolesterol Artikel vegetarian

pernah dinyatakan oleh para ilmuwan berisiko lebih kecil menderita kanker. Bagi sekelompok kecil masyarakat yang menjalani gaya hidup , tentunya ini merpakan berita bagus. Tapi, apakah pola hidup bebas daging selalu menjadi pilihan yang terbaik? Berikut uraian dari Peta Bee, pakar nutrisi sekaligus penulis buku kesehatan dan fitnes, mengenai beberapa masalah kesehatan yang berkaitan dengan diet. Dengan begitu, Anda bisa melihat pola diet mana yang lebih berisiko.

Radang sendi

Paling berisiko: pemakan daging

Radang sendi disebabkan oleh serangan sistem imun terhadap lapisan persendian. Serangan ini menimbulkan rasa sakit dan kaku. Dan mengonsumsi daging merah dalam porsi besar (5 porsi atau lebih seminggu) dikenal sebagai salah satu faktor risiko. Sebuah studi yang didanai oleh Arthritis Research Campaign menemukan, mereka yang makan daging setiap hari bersiko 2 kali lebih besar menderita radang sendi dibandingkan mereka yang makan lebih sedikit daging (mungkin 2 kali seminggu).

Studi yang mempelajari pola diet pada 25.000 orang ini menemukan, kandungan kolagen pada daging memicu respon sistem imun. Selain itu, terang peneliti, kandungan besi yang tinggi dalam daging juga turut berpengaruh. Besi ini akan terakumulasi di persendian dan memicu kerusakan jaringan.

Ketidaksuburan

Paling berisiko:

Bukti ilmiah menunjukkan, mereka yang menerapkan diet lebih rentan menderita ketidaksuburan. Studi-studi telah menunjukkan, konsumsi kedelai dalam jumlah besar (kedelai sangat populer di kalangan sebagai sumber protein) bisa mempengaruhi kesuburan perempuan.

Komponen genistein dalam kedelai, terang para peneliti dari King’s College London, bisa merusak sperma saat berenang menuju indung telur. Genistein ini, terang peneliti, terdapat pada semua produk kedelai. Untuk itu, peneliti menganjurkan agar perempuan menghindari kedelai pada masa-masa paling subur dalam sebulan. Cara ini,terang mereka, bisa membantu proses pembuahan.

Batu empedu

Paling berisiko: pemakan daging

Batu empedu terbentuk dari cairan empedu yang membatu. Kondisi ini biasanya menimbulkan rasa sakit, sulit ditangani dan seringkali pasien harus menjalani pengangkatan kandung empedu.

Menurut peneliti, salah satu faktor penyebab adalah kelebihan lemak jenuh dalam diet. Sebuah studi yang melibatkan lebih dari 45.000 laki-laki menemukan, mereka yang makan daging berisiko 18% lebih besar menderita batu empedu dibandingkan mereka yang lebih banyak makan sayur dan lemak tidak jenuh.

Diet yang kaya lemak tidak jenuh, menurut peneliti, akan meningkatkan sensitivitas insulin. Hal ini akan mencegah pebentukan batu empedu.

Erosi

Paling berisiko:

Erosi disebabkan oleh kontak antara dengan . Buah-buahan serta sayuran pada umumnya mengandung . Studi-studi telah menunjukkan kalau lebih berisiko. Para dokter dari University of Dundee, seperti yang dikutip situs dailymail, menemukan bahwa perbedaan pola memasak juga bisa meningkatkan kadar keasaman pada diet . Makanan yang terpapar dengan suhu tinggi misalnya, terang mereka, akan mengalami perubahan kimia sehingga kadar semakin terkonsentrasi. Kondisi ini tentunya akan semakin merusak .

Sumber :klikdokter

Tags: , ,

Artikel Sejenis sesuai TAGs


Artikel lain yang mungkin berguna

Kata Kunci yang berhubungan dengan artikel ini

Mengapa Berhenti Merokok?, Tips Merencanakan Kehamilan Artikel Indonesia Kirim Tulis Submit, Media Kesehatan Informasi Obat – Penyakit medicastore.com, Hidup Sehat - Ahli Pengobatan Australia Robyn Chuter Makanan Nabati , Manual Pemberantasan Penyakit Menular DepKes, Cdk 028 Masalah Penyakit Ginjal Dan Saluran Air Kemih Di Indonesia, Klikdokter - Menuju Indonesia Sehat, Penyakit-penyakit darah, Kepulan penyakit, Laman Emjay - Penyakiterjangkit H1N1, apakah tindakan ,

Hasil Pencarian yang mengarah pada artikel ini

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.